Kamis, 02 Des 2021
  • Mohon maaf, website ini sedang dalam perbaikan. Mohon kembali beberapa saat lagi. Terima kasih

Konjen Jepang di Medan Kunjungi MAN Model, Ini Agendanya

Tim Konsulat Jenderal (Konjen) Jepang yang berkantor di Medan mengunjungi MAN Model Banda Aceh, Selasa (13/03/2017). Kedatangan Konjen Jepang yang didampingi oleh Guru Bahasa Jepang MAN Model, Muhammad Hanafiah, tersebut guna mensosialisasikan tentang kuliah di Jepang. Kedatangannya disambut Kepala MAN Model Banda Aceh, Drs. H. Mukhlis, M.Pd.

Dalam lawatannya ke MAN Model, salah satu perwakilan Konjen, Mr. Yokohama, menyampaikan banyak hal terkait peluang para siswa maupun guru MAN Model untuk menimba ilmu di Negeri Sakura tersebut. Banyak jalur yang bisa ditempuh untuk bisa kuliah di Jepang, di antaranya yang populer yaitu beasiswa Monbukagakusho.

Beasiswa Pemerintah Jepang yang cukup dikenal oleh masyarakat Indonesia tersebut merupakan beasiswa dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Olah Raga, Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Jepang (Monbukagakusho/MEXT). Beasiswa ini meliputi biaya studi dan biaya hidup, tanpa ikatan apapun.

Dikutip dari website resminya, Kedutaan Besar Jepang di Indonesia dan Konsulatnya di Surabaya, Medan dan Makassar setiap tahun melaksanakan pendaftaran dan penyeleksian bagi para peminat beasiswa Monbukagakusho.

Adapun program-program yang ditawarkan kepada siswa Indonesia adalah Program Research Student bagi lulusan perguruan tinggi, Undergraduate, College of Technology dan Professional Training College bagi lulusan SLTA dan Japanese Studies bagi mahasiswa program studi Jepang serta Teacher Training bagi guru.

“Kami berharap banyak siswa MAN Model yang tahun ini yang melanjutkan belajar di Jepang”, ujarnya saat presentasi di depan para siswa.

Yokohama melanjutkan, kuliah di Jepang adalah hal yang banyak diidamkan banyak orang, selain memang dikenal dengan pendidikan dan teknologinya, budaya Jepang juga sangat menarik para wisatawan dunia. Gabungan antara budaya tradisional dan modern semakin melengkapi ciri khas masyarakat Jepang. Begitu juga empat pembagian musim, yaitu Musim Semi (Spring, Haru), Musim Panas (Summer, Natsu), Musim Gugur (Autumn, Aki), dan Musim Dingin (Winter, Fuyu).

Disela-sela presentasinya, Yokohama mempersilakan beberapa siswa untuk memperkenalkan diri menggunakan Bahasa Jepang. Nada Ariqah, salah satu siswa yang juga ikut mengenalkan dirinya beberapa waktu lalu juga pernah berkesempatan mengunjungi Negara Matahari Terbit itu.

Di akhir penyampaiannya, pria yang juga fasih berbahasa Indonesia itu berpesan untuk rajin belajar dan mencari informasi tentang kuliah di Jepang, atau dapat langsung menghubungi Konjen Jepang di Medan.

“Saya berpesan kepada siswa dan siswi MAN Model untuk terus belajar dan mencari informasi tentang studi di Jepang. Unduh saja informasi tentang panduan belajar ke Jepang di JASSO (Japan Student Services Organization)“, tutupnya.

Post Terkait

0 Komentar

KELUAR