Kamis, 02 Des 2021
  • Mohon maaf, website ini sedang dalam perbaikan. Mohon kembali beberapa saat lagi. Terima kasih

Ratusan Siswa MAN Model Panik Berlarian, 5 Korban

15094290_1689891577991898_1020317800046944339_n

[Faris Izzatur Rahman/Failasufa Azka/Ayu Fitria] MAN Model Banda Aceh melakukan kegiatan simulasi bencana gempa bumi dan tsunami, Sabtu, 19 November 2016. Simulasi dilaksanakan di halaman madrasah hingga menuju ke Mesjid Beurawe yang merupakan titik kumpul akhir, tempat para orang tua menjemput anak-anaknya.

Kegiatan tersebut dilaksanakan MAN Model atas kerjasama dengan Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA), yang merupakan rangkaian dari program Sekolah/Madrasah Aman Bencana (SMAB) yang selama ini telah dilaksanakan. MAN Model merupakan satu dari dua sekolah yang terpilih sebaga ‘pilot project’ untuk acara ini selain SMAN 1 Peukan Bada, Aceh Besar.

Sebelumnya telah terpilih 65 siswa yang akan menjadi kader siaga bencana. Semuanya merupakan siswa MAN Model yang telah dibina dan diberikan pelatihan dasar siaga bencana. Para kader siaga bencana ini juga memberikan instruksi kepada seluruh siswa lainnya saat pelaksanaan simulasi.

Kegiatan simulasi diawali dengan apel bersama yang dipinpin oleh Kepala Bidang Kesiapsiagaan Bencana, BPBA, Drs. Zainal Abidin Usman, MM., dengan komandan upacara Anwar Kamtelat, S.Pd.I, yang merupakan ketua Kelompok Siaga Bencana Sekolah (KSBS) MAN Model Banda Aceh. Seluruh dewan guru dan siswa mengikuti apel tersebut.

Simulasi dimulai ketika sirine dibunyikan, dan para siswa dengan arahan guru berkumpul ke titik kumpul sementara, yaitu di halaman madrasah. Ketika terdengar bunyi sirine yang begitu menggema, semua siswa diminta untuk tetap tenang. Semua guru pun ikut serta dalam simulasi ini. BPBA sebagai pelaksana utama acara sembelumnya telah menyiapkan SOP atau prosedur operasi untuk simulasi ini.

15094287_1689884881325901_9169297678032067847_n

Simulasi dilaksanakan dengan serius dan penuh penghayatan seakan-akan bencana itu benar-benar sedang terjadi. Hal ini dimaksudkan agar ketika sutau saat terjadi bencana, sekiranya siswa dan seluruh warga sekolah telah mengerti bagaimana prosedur penyelamatannya.

Selanjutnya para siswa melakukan penyelamatan menuju titik kumpul pertama yang dianggap aman, yaitu di Masjid Beurawe. Nantinya para orang tua siswa dapat menjemput anaknya di mesjid tersebut. Mesjid Beurawe merupakan titik kumpul yang telah disepakati bersama antara para dewan guru, komite, siswa, maupun perangkat desa ketika pelaksanaan pelatihan yang kurang lebih berjalan sebulan penuh.

15170962_1689892647991791_5139282703662005854_n

Acara tersebut juga mengundang warga di sekitar Gampong Beurawe untuk menyaksikan langsung kegiatan simulasi bencana gempa dan tsunami MAN Model. Seluruh tahapan kegiatan simulasi tersebut dapat berjalan dengan sukses.

Hadir dalam acara tersebut perwwakilan dari TNI, Polri, Badan SAR, BMKG, Kankemenag Kota Banda Aceh, para Fasilitator Nasional maupun Fasilitator Daerah, dan tamu undangan lainnya. [AS]

 

Post Terkait

0 Komentar

KELUAR