Kamis, 02 Des 2021
  • Mohon maaf, website ini sedang dalam perbaikan. Mohon kembali beberapa saat lagi. Terima kasih

Kunjungi MAN Model, Wakil Rektor-II UII: Potensi Ada di Semua Anak Didik, Mari Kita Munculkan

1

Itarisna (Press Media MAN Model, kiri) ketika mewawancarai Wakil Rektor-II Uiniveritas Islam Indonesia (UII), Dr. Nur Feriyanto, M.Si


[Itarisna/Miranda Wulan Febria]
Rombongan Universitas Islam Indonesia (UII) yang dipimpin langsung oleh Wakil Rektor II, Dr. Nur Feriyanto, M.Si, kembali berkunjung ke MAN Model Banda Aceh, Sabtu (14/05/16). Kunjungan tersebut dalam rangka menyambung tali silaturrrahmi dengan MAN Model sekaligus sosialisasi penerimaan mahasiswa baru tahun akademik 2016/2017.

DSC02896

Di penghujung acara, Itarisna dan Miranwa Wulan Febria dari Tim Press Media MAN Model berkesempatan untuk bertemu langsung sekaligus mewawancarai Wakil Rektor-II UII, Dr. Nur Feriyanto M.Si. Ia bercerita banyak tentang pendidikan, serta menceritakan kehidupan dan persiapan untuk melanjutkan pendidikan di Kota Yogyakarta, khususnya di UII itu sendiri.

Bagaimana kehidupan di daerah Yogyakarta, dan apa saja yang harus dipersipkan untuk kuliah di sana?

“Yang pertama, Jogja adalah kota pendidikan , jadi sangat kondusif. Baik itu dalam pengertian penduduknya sangat ramah, fasilitas buku-buku pendidikan, kos-kosan, fotokopian, kebutuhan peralatan, itu sangat merata di semua daerah. Apalagi di lingkungan kampus pastinya sangat menyenangkan. Dan tidak jauh dari kehidupan kita yang ada di sini (Banda Aceh, red). (Untuk) keagamaannya, kita punya banyak fasilitas, pesantren ada, masjid juga ada. Jadi saya kira yang perlu disiapkan adalah mungkin untuk pisah dengan keluarga, karena tidak semua orang terbiasa. Tetapi itu bukan halangan, paling syok sedikit satu bulan, biasalah ketika kita berbenah untuk masuk ke daerah lain, tapi setelah itu pasti menyenangkan. Apalagi kalua nanti orang tuanya diundang ke Jogja. Yang Pasti aman lah, nggak ada yang sifatnya negatif, dan sangat kondusif untuk pendidikan”, jawabnya, yang sangat ramah dan lembut ketika menanggapi pertanyaan dari Tim Press Media.

Apa syarat utama untuk bisa menembus jalur beasiswa di UII?

“Prestasi akademik, prestasi untuk yang lain pun juga terbuka, seperti olahraga dan seni itu juga syarat memungkinkan. Monggo, mana yang menjadi unggulan dari adik-adik, kalau ini masih kelas XI ya dalam satu tahun ini tingkatkan semaksimal mungkin, masukkan form, bisa online, nanti kita akan seleksi.  Karena seperti yang tadi saya katakan, UII sekarang dalam posisi mencari bibit unggul bukan sekedar mencari jumlah, kalau jumlah kita banyak orang. Itulah dengan seleksi, apalagi kita kunjungi di pusat-pusat pendidikan, dan kita sangat berharap dari Ponpes maupun dari MAN, yakni di MAN Model Banda Aceh dan lainnya”, paparnya.

Bagaimana usaha UII dalam  mencari bibit unggul sebagai calon mahasiswa baru?

“Susah (mencari bibit unggul)? Kita tidak bisa bilang susah, kita harus tetap berusaha sebagai orang islam. Saya yakin ini kan hanya persoalan informasi yang belum ketemu, makanya kita kunjungi bukan hanya dari banda Aceh, namun dari Banda Aceh sampai ke Papua. Masyarakat Islam di sana punya potensi, punya keunggulan, kita terbuka untuk menerimanaya. Maka kita jemput saudara-saudara kita, apalagi yang kurang kuat ekonominya tapi punya potensi, itu malah justru yang kita utamakan,tapi bagi yang sudah kuat (ekonominya) kan mungkin persoalnnya kan masalah informasi, seperti itu, gimana suasananya, gimana pekonominya dan seterusnya. Justru yang kurang namun punya kemampuan, itu yang kita sangat-sangat harapkan. Dan supaya kita bisa ikut membantu baik pribadi maupun daerahnya”, ujarnya

2

Apa pesan Bapak kepada para siswa atau pelajar Indonesia untuk meningkatkan prestasi mereka?

“Saya yakin bahwa potensi itu ada di semua anak didik, hanya kita harus tahu potensi kita apa, maka itulah yang harus ditingkatkan semaksimal mungkin. Kemampuan yang belum muncul dan kalau itu tidak kita gali ya nggak akan muncul, maka yang pertama adalah cobalah pelajari apa toh kita kekurangannya apa, (kemudian) kita tutup, kelebihan apa, itulah kita munculkan, maka potensi akan muncul, dan itulah sukses”, motivasinya.

Pada sesi terakhir wawancara, beliau mengajak para siswa, khususnya yang berprestasi, untuk berkembang lagi bersama UII.

“Justru yang masih nasional, masuklah ke UII, kita akan dorong ke internasional, karena kita mengejar internasional. Marilah, saya mengundang adik-adik untuk berkembang bersama kita (UII, red)”, pungkasnya. [AS]

 

KELUAR