Sejarah MAN Model Banda Aceh

MAN Model Banda Aceh bermula dari sekolah swasta SMIA (sekolah Menengah Islam Atas) yang didirikan pada tahun 1957 oleh yayasan SMI & SMIA. Sekolah ini hanya membuka satu program (program agama) dan dipimpin oleh Ustazd H. Ahmad Nurdin Hanafi. Beliau memimpin SMIA ingga tahun 1960 dan dilanjutkan oleh ustazd Tgk. Sulaiman Jalil sampai tahun 1963. Selanjutnya, kepemimpinan beliau digantikan oleh Bapak Ibrahim Amin sampai dengan tahun 1968. Pada masa tersebut  Yayasan SMI/SMIA Daerah Istimewa Aceh meminta kepada Depertemen Agama RI agar SMIA dapat dinegerikan segera.

Alhamdulillah, permohanan tersebut diterima dan berdasarkan SK Menteri Agama (K.H.A. Dahlan) No.172 tahun 1968 Tanggal 7 Agustus 1968 SMIA dinegerikan menjadi MAAIN (Madrasah Aliyah Agama Islam Negeri) Banda Aceh TMT 1 Januari 1968. Pada  masa itu, MAAIN memiliki dua program yaitu Paspal dan Sassosbud. Jumlah ruang kelas ada tiga (kelas 1, 2 dan 3) dengan jumlah siswa seluruhnya sebanyak ± 25 orang. Selanjutnya, MAAIN dipimpin oleh ustadz Drs. Abdul Djalil Hasyim, BA hingga bulan September 1974

Pada masa kepemimpinan beliau dibangun gedung baru sebanyak enam kelas dengan jumlah siswa sebanyak ± 54 orang. Kemudian, kepemimpinan MAAIN dilanjutkan oleh Drs. Razali Umar, BA hingga tahun 1979.  Pada masa ini,  mulai dibangun gedung baru (ruang kepala Madrasah dan TU sekarang) dan Aula untuk kemajuan Madrasah

Berdasarkan Surat Keputusan bersama antara Menteri Agama No.6/1975, Mendikbud No. 037/U/1975, dan Menteri Agama Negeri No. 36/1975 tentang “peningkatan mutu pendidikan di Madrasah”, maka lulusan Madrasah Aliyah Negeri/swasta selain melanjutkan ke Institut Agama Islam Negeri, juga bisa  melanjutkan  ke Perguruan Tinggi Umum Negeri serta dapat diterima di semua sektor dunia kerja, baik pemerintahan  maupun swasta karena ijazah dari  Madrasah  Aliyah memiliki nilai sama dengan ijazah sekolah umum yang setingkat. .

Pada tahun 1978 MAAIN berubah namanya menjadi MAN (Madrasah Aliyah Negeri) Banda Aceh  I berdasarkan SK Menteri Agama No.17 Tanggalm 16 Maret 1978. Dari tahun 1979 hingga 1985, kepemimpinan MAN Banda Aceh I dijabat oleh Drs. M. Jamil Rawa. Madrasah ini terus  berkembang  dengan penambahan  jumlah siswa dari tahun ke tahun.

Sejak tahun 1985 sampai dengan tahun 1990, Kepala  MAN Banda Aceh di jabat oleh Drs. Djakfar Ali. Pada masa kepemimpinan beliau, MAN ini dikembangkan lagi dengan bangunan bertingkat dua (ruang guru dan perpustakaan) dan laboratorium IPA serta perubahan  dan penambahan program.

Hal ini akibat adanya pembaharuan pendidikan di lingkungan  Depdikbud dan berdasarkan  Surat Keputusan  bersama antara Mendikbud No. 0299/1984 dan Menag No. 45/1984 tentang “Pengaturan Pembakuan  Kurikulum  Sekolah Umum dan Madrasah”. Maka terbit surat Keputusan Menteri Agama No. 101 Tahun 1984 tentang “Kurikulum Madrasah Aliyah 1984”.

Berdasarkan SK Menag No. 101 tersebut di atas, maka MAN Banda Aceh I membuka empat program pilihan  yaitu: a) Program A-I  yaitu ilmu-ilmu Agama, b) program  A-2 yaitu ilmu-ilmu Fisika, c) Program A-3 yaitu Ilmu-ilmu Biologi dan program A-4 yaitu  ilmu-ilmu Sosial. Disamping keempat program tersebut, MAN Banda Aceh juga membuka Madrasah Aliyah Program Khusus (MAPK) berdasarkan SK Menag No.73 Tahun 1987.  Jumlah siwa MAPK/MAN Banda Aceh I seluruhnya ± 1.000 orang. Sejak saat itu, MAN Banda Aceh I mulai dikenal oleh masyarakat secara luas.

Dari tahun 1990 hingga 1993, MAN Banda Aceh I  dipimpin oleh  Bapak  Drs. A. Rahman T.B. Pada masa kepemimpinan beliau,  MAN ini berkembang lagi  dengan pembangunan  laboratorium bahasa dan ruang komputer. Pada waktu itu, jumlah kelas sebanyak 26 lokal dengan jumlah siswa seluruhnya ± 1.125 siswa.

Sesuai dengan tuntutan perkembangan zaman, mulai tahun 1994, MAN Banda Aceh I menerapkan kurikulum baru berdasarkan Surat Keputusan Menag No. 373 Tahun 1993 tentang “Kurikulum Madrasah Aliyah 1994” dan membuka tiga program pilihan, yaitu: a) program Bahasa (di MAN Banda Aceh I dibuka tahun ajaran 996/1997),b) Program IPA / Ilmu Pengetahuan Alam, dan c) Program IPS / Ilmu Pengetahuan Sosial.

Terhitung mulai tanggal 31 Agustus 1993 sampai dengan 30 Desember 1998 kepemimpinan MAN Banda Aceh I dijabat oleh Drs. A. Majid Yahya. Dimasa kepemimpinan beliau, MAN Banda Aceh I terus dibangun dan dikembangkan.

Saat itu MAPK berubah menjadi MAK (Madrasah Aliyah Keagamaan) berdasarkan SK Menag yang dijabarkan dalam edaran Dirjen Bimbaga Islam No. E/W/PP.00/A2/445/94 dan dilaksanakan pada tahun ajaran 1994/1995. Di akhir kepemimpinan beliau, MAN Banda Aceh I berada dalam persiapan status menjadi MAN Model Banda Aceh.

Sejak tanggal 30 Desember 1998, MAN-I  Banda Aceh dipimpin oleh Drs. Zulhelmi A.Rahman. Di bawah  kepemimpinannya, MAN-I Banda Aceh berubah statusnya menjadi MAN Model Banda Aceh yang ditetapkan berdasarkan SK Dirjen Bimbaga Islam Depag No. E.IV/PP.00.6/KEP/17.A/98 tanggal 20 Februari 1998 dan dan tahun 1999/2000 berhasil memperoleh Piala Juara I Lomba Prestasi Madrasah Tingkat Nasional.

Estafet kepemimpinan selanjutnya di pegang Drs. H. Amiruddin Husein, sejak 2003 s/d 5 November 2006. dan pada masda kepemimpinan beliau, MAN Model terus melakukan pembenahan dan perobahan kearah yang lebih baik dengan master plan serta rehabilitasi fasilitas RKB, Pustaka dan pebataan ruang perkantoran yang lebih representatif.

Kemudian tanggal 6 Nopember 2006 s/d 27 Desember 2010  kepemimpinan MAN Model dilanjutkan oleh  Drs. M.Rizal Mohin M.Pd, dan beliau menjadikan MAN Model Banda Aceh  menjadi pusat penelitian dan pengembangan  (Puslitbang) bagi seluruh guru Madrasah yang  ada di Provinsi Nangroe Aceh Darussalam dan beberapa orang guru dari Madrasah ini telah diantar menjadi guru inti dan sebahagian lagi disekolahkan ke jenjang  Program Pascasarjana baik dengan dana pemerintah maupun dengan  dana pribadi.

Kepemimpinan kepala MAN Model dari tanggal 27 Desember 2010 hingga Januari 2015 dilanjutkan oleh Drs. Ridwan Ali, M.Pd, yang terpilih melalui proses seleksi fit and proper test oleh tim independen yang dilaksanakan oleh Kantor wilayah Kementerian Agama Provinsi Aceh. Dibawah kepemimpinan Drs. Ridwan Ali, M.Pd, menjadikan system pembelajaran, kesiswaan, administrasi perkantoran, perpustakaan dan lain-lain di MAN Model berbasis IT dan penggunaan internet secara maksimal melalui program ISIS (Integrated School Information System). Selain itu juga dilakukan program pengembangan MAN Model melalui Program Boarding School dan membuka Jurusan Keagamaan.

Kemudian kepala MAN Model mulai Februari 2015 sampai Mei 2019 dilanjutkan oleh Drs. H. Mukhlis, M.Pd, juga melalui proses seleksi fit and proper test oleh tim independen yang dilaksanakan di bawah Kantor wilayah Kementerian Agama Provinsi Aceh. Kepemimpinan H. Mukhlis, kembali membuka dan memperkuat program Boarding School dengan program Ilmu Pengetahuan Alam dengan integrasi Tahfizul Qur’an. Di masanya, event akbar SALEUM juga pertama kali diselenggarakan para tahun 2015.

Selanjutnya kepemimpinan kepala MAN Model dari tanggal 27 Juni 2019 sampai sekarang dilanjutkan oleh Nursiah, S.Ag, M.Pd melalui  proses seleksi  fit and proper test oleh tim independen yang dilaksanakan oleh Kantor wilayah  Kementerian Agama Provinsi Aceh. Di bawah  kepemimpinan Nursiah, menjadikan sistem pembelajaran, kesiswaan, administrasi perkantoran, perpustakaan dan lain-lain  di MAN Model berbasis IT dan penggunaan internet secara maksimal. Selain itu juga dilakukan program pengembangan MAN Model dengan menciptakan terobosan baru dengan membuka Kelas Olimpiade mulai tahun pelajaran 2020/2021.

Untuk melihat lebih jelas tentang pergantian pemimpin, dan masa kepemimpinan Kepala MAN Model  tertera dibawah ini.

PIMPINAN  MAN MODEL BANDA ACEH

    No.   Nama Kepala Madrasah       Periode   Nama Madrasah   Program  
    1     H. Ahmad Nurdin Hanafi     1957-1960     SMIA     Agama    
2     Tgk. Sulaiman  Jalil     1960-1963     SMIA     Agama    
3     Ibrahim Amin     1963-1967     MAAIN     PaspalSasosbud  
4     A. Djalil Hasyim, BA     1968-1974     MAAIN     PaspalSasosbud  
5     Razali Umar, BA     1974-1979     MAAIN/MAN Banda Aceh   1. Paspal 2. Sasosbud  
6     Drs. M. Jamil Rawa     1979-1984     MAN Banda Aceh     1. Paspal 2. Sasosbud  
7     Drs. H. Djakfar Ali     1985-1990     MAN Banda Aceh I     Agama, Fisika, Biologi, Sosial, MAPK
8     Drs. H. A. Rahman T.B     1990-1993     MAN Bada Aceh I     Agama, Fisika, Biologi, Sosial, MAPK
9     Drs. H. A. Majid Yahya     1993-1998     MAN Banda Aceh I   Bahasa, IPA, IPS dan MAPK  
10     Drs.H. Zulhelmi A. Rahman M. Ag   1998-2003     MAN Model Banda Aceh   Sda    
11     Drs. H. Amiruddin     Husein   2003- 2006     MAN Model Banda Aceh   Sda    
  12     Drs. M. Rizal Mohin, M.Pd   2006- 2010     MAN  Model Banda Aceh   Sda    
  13   Drs.Ridwan Ali, M.Pd 2010- 2015 MAN  Model Banda Aceh       IPA, IPS, BHS, Keagamaan dan Boarding School  
14 Drs. H. Mukhlis, M.Pd 2015 – 2019 MAN  1 Banda Aceh IPA, IPS, BHS, Keagamaan dan Boarding School  
15 Nursiah, S.Ag., M.Pd 2019 – sekarang MAN  1 Banda Aceh   IPA, IPS, BHS, Keagamaan dan Boarding School, Kelas Olimpiade  

Incoming search terms:

  • deskripsi tentang Man model banda aceh
  • sejarah man model banda aceh
  • sejarah modelling
Rate this article!
Tags:
author

Author: